Warga Lebih Resah Kenaikan Harga Lombok, Dibandingkan Kenaikan Harga BBM Non Subsidi – Pare Pos – Online
Ajatappareng

Warga Lebih Resah Kenaikan Harga Lombok, Dibandingkan Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

HARGA NAIK. Kenaikan harga lombok dikeluhkan warga Kabupaten Sidrap. Harga lombok kisaran Rp66 ribu hingga 70 ribu per kilogram.

SIDRAP, Parepos.co.id — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, yakni pertamax dan pertalite di Sidrap, nyaris tak berdampak. Sebaliknya, warga justru resah akan kenaikan harga cabai (lombok). Harga lombok dipasaran umum di Kabupaten Sidrap, Jumat kemarin pada kisaran Rp66 ribu hingga 70 ribu per kilogram (Kg). Padahal, disituasi normal, harganya hanya Rp15 ribu per Kg.
“Kalau harga BBM non subsidi seperti pertamax dan pertalite naik, itukan memang jarang masyarakat yang pakai, lain halnya kalau lombok, hampir semua rumah tangga membutuhkannya,” ujar salah seorang pengunjung Pasar Allakuang, Wahyuni (37), kemarin.
Tidak berpengaruhnya kenaikan harga BBM non subsidi, juga diakui warga Kota Pangkajene, Abdul Rahim (33). Alasannya sama, penggunaan pertamax dan pertalite di Sidrap masih minim.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sidrap, Wahyuddin, mengaku segera mengambil langkah guna menstabilkan harga cabai yang terus meroket di Sidrap. Upaya yang akan dilakukan, menormalkan jalur distribusi dari tingkat petani hingga ke pedagang.
“Kenaikan harga lombok di Sidrap ada pengaruhnya dengan jalur distribusi hasil pertanian yang tidak normal akibat cuaca yang tak meenentu akhir-akhir ini. Langkah lain yang dilakukan, mengawasi terjadinya monopoli barang,” kata Wahyuddin.
Berbeda halnya dengan kenaikan harga BBM non subsidi, dimana harga pertamax Rp8.050 naik menjadi Rp8.350, serta harga pertalite Rp 7.250 naik menjadi Rp 7.550, Wahyuddin mengaku tak bisa berbuat apa-apa, sebab berlaku secara umum di seluruh Indonesia. (ira/lim)

Most Popular

To Top