Warisan Nenek Moyang Tolotang yang Sudah Ratusan Tahun – Pare Pos – Online
Opini

Warisan Nenek Moyang Tolotang yang Sudah Ratusan Tahun

WARISAN BUDAYA. "Massempe" atau adu kaki warisan budaya nenek moyang warga Towani Tolotang yang sudah bertahan ratusan tahun. Tampak pagelaran "Massempe" di Sidrap, kemarin.

Lebih Mengenal Budaya “Massempe” di Sidrap

Laporan: Ibrahim

“Massempe” atau adu kaki adalah warisan budaya nenek moyang warga Towani Tolotang yang sudah bertahan ratusan tahun. Namun tahun ini, perayaan lebih istimewa.
Di Kelurahan Amparita lama, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebuah komunitas bernama Towani Tolotang, bermukim sejak ratusan tahun lalu. Komunitas ini, terjaga secara turun-temurun dan terus berkembang hingga sekarang ini.
Dari ibukota kabupaten, Pangkajene, Amparita hanya berjarak sekira 8 km. Jarak tempuh dengan kendaraan roda dua ataupun empat paling lama setengah jam. Sementara dari Kota Makassar, Amparita hanya berjarak 231 km.
Acara ritual tahunan umat Hindu Towani Tolotang di Sidrap, tahun ini digelar pada Rabu, 11 Januari, cukup istimewa. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI Purn Wisnu Bawa Tanaya, menjadi tamu kehormatan.
Selain itu, turut hadir Koordinator Pusat Koordinator Hindu Indonesia Denpasar Bali, Ida Bagus Suseno Pamida, Wisnu. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara ritual tahunan “Massempe” yang dilaksanakan puluhan ribu umat Hindu Towani Tolotang, di Lingkungan II Parinyameng, Kelurahan Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap.
Penanggung jawab kegiatan, Edi Slamet menjelaskan, acara tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun oleh umat Hindu Towani Tolotang. Acara tudang sipulung dan ziarah yang juga dirangkaikan dengan atraksi “Massempe” itu, merupakan warisan budaya umat Hindu Towani Tolotang yang hingga kini terus dijaga anak cucu umat Hindu Towani Tolotang se-Indonesia.
Anggota DPRD Sidrap itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu suksesnya acara ini. “Kami atas nama keluarga besar umat Hindu Towani Tolotang mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak tanpa terkecuali. Semoga silaturahmi ini senantiasa terjalin,” ucapnya.
Di lokasi, ribuan warga Sidrap dari komunitas Hindu Towani Tolotang, berkumpul untuk merayakan Hari Parinyameng yang digelar setahun sekali, setiap Januari.
Dalam perayaan ini, dihadirkan berbagai kegiatan seperti adat tahunan dan tradisi “Massempe” atau adu kaki yang terus dijaga dan dilestarikan. Warga Towani Tolotang yang tiba lebih awal berjalan tanpa alas kaki ke Parinyameng. Saat mengadiri perayaan ini, para lelaki menggunakan sarung, sementara para perempuan memakai kebaya.
Komunitas ini juga membawa sejumlah kuda yang ditumpangi para pemuka Towani Tolotang atau yang disebut Uwa. Sementara pengikut lainnya, beriringan di samping kuda menuju tempat ziarah kubur di Parimenyang. Perayaan ini pula, mendapatkan pengawalan ketat dari Polres Sidrap dan Satpol PP. (ira)

Click to comment

Most Popular

To Top