Wartawan Itu Manusia Miliki Batas Kesabaran – Pare Pos – Online
Opini

Wartawan Itu Manusia Miliki Batas Kesabaran

Media dan wartawan tak bisa dipisahkan karena mereka adalah salah satu sarana komunikasi yang secara efektif dapat menyebarkan informasi, dan sekaligus diharapkan dapat menimbulkan suatu perubahan positif yang terjadi di masyarakat. Media massa  merupakan alat komunikasi yang berdimensi dua, yaitu bagi pemerintah dan bagi masyarakat. Dalam dimensi pemerintah, maka media massa berfungsi untuk menyebarkan informasi-informasi tentang kebijakan pemerintahan, program-program untuk mensejahterakan rakyat, kondisi politik dalam negeri, dan aktivitas jalinan komunikasi dengan negara lain seperti kebijakan politik luar negeri. Selanjutnya, membentuk karakter bangsa melalui fungsi pendidikan, melakukan fungsi sosialisasi dalam kaitan pelestarian sistem-sistem politik dan sekaligus sistem nilai serta menumbuhkan kepercayaan negara lain melalui sajian-sajian berita yang direncanakan dan ditata dengan baik atau tepatnya sebagai alat promosi.

Penyebarluasan informasi sebagai wujud dari usaha untuk tercapainya masyarakat berbasis informasi dimaksudkan agar terjadinya perubahan positif di masyarakat. Namun  terbatasnya kemampuan Pemda untuk melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat, media massa hadir untuk menjembatani kekurangan tersebut. Jadi media massa merupakan sistem mediasi yang menyambungkan peristiwa atau informasi kepada masyarakat umum dengan cepat. Informasi yang sering dipublikasikan oleh pemerintah daerah melalui media massa meliputi arah kebijakan pembangunan, informasi publik, termasuk proses dan progres pembangunan tersebut yang harus diketahui masyarakat secara luas.

Sebagai alat kontrol sosial, berbagai kegiatan yang melibatkan media baik cetak maupun ekektronik lebih diarahkan untuk mencapai suatu pembangunan yang dicita-citakan bersama. Dalam pembangunan format kemitraan terutama proses diseminasi informasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan media merupakan hubungan timbal balik dari informasi yang dimuat oleh media yang diapresiasikan oleh Pemda dengan pemberian insentif terhadap perpajangan media dalam hal ini wartawan atau pihak yang melakukan peliputan untuk mendukung pembangunan dan mempromosikan daerah. Untuk pemerintahan ke depan masalah citra bukanlah hal yang sepele. Konsep yang sangat mendasar adalah membangun citra yang baik jauh lebih baik daripada memperbaiki citra yang buruk untuk menjadi baik. Sama persis dengan nasihat di bidang kedokteran, lebih baik menjaga kesehatan daripada berobat.

Ke depan professional dalam menjalankan profesi harus sudah menjadi kewajiban, profesi yang positif tentunya. Pejabat di Pemda hendaklah jadi pejabat yang benar-benar mampu di bidangnya tuntutan kemampuan manejerial saja tidaklah cukup. Sebagai bentuk pengabdian Pemda terhadap proses pembangunan, sebuah keterbukaan sangat diperlukan demi menjaga kontrol sosial  yang dilakukan pihak lain. Berbagai masukan berupa saran, maupun kritik harus diterima secara lapang dada untuk menguji tingkat profesionalisme dalam menjalankan  kinerja pemerintahan.

Di sisi lain, dalam menyajikan informasi, sangat diharapkan bagi kalangan insan Pers untuk terus melakukan crosscek terhadap sebuah berita yang melibatkan kalangan Pemda,  terutama terkait dengan pembangunan. Wartawan atau reporter tentunya harus pro aktif untuk meliput informasi-informasi dari Pemda, tanpa harus menunggu kegiatan seperti sosialisasi, lokakarya, seminar dan sebagainya yang diadakan oleh instansi terkait. Ataupun peliputan yang dilakukan berdasarkan pengharapan pamrih. Jika seorang wartawan  berhadapan langsung dengan individu atau pejabat maka harus menyesuaikan waktu yang tepat. Dalam hal ini tidak mengganggu aktifitas pelayanan publik.

Tingkat kesabaran wartawan dapat mempengaruhi kinerja seorang jurnalis dalam meliput suatu kegiatan. Tingkat obyektifitas dan penyajian berita berimbang melalui media massa harus diperhatikan agar tidak terjadi misscommunication antara Pemda, media massa, dan masyarakat. Penyampaian isi pernyataan Pemda terhadap masyarakat harus terus-menerus dijembatani, begitupun sebaliknya jika ada keluhan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan maka Pers juga harus mampu menjembatani. Agar hubungan kemitraan ini dapat berjalan dengan baik dan tujuan dapat diwujudkan secara optimal, yakni melayan dan memenuhi kebutuhan masyarakat sebaik-baiknya, maka ada beberapa hal yang sangat penting dilakukan tiap pejabat ataupun praktisi Humas Pemkab dan DPRD.

Pertama, hubungan humas dengan wartawan bersifat professional. Selain melayani masyarakat, humas wajib melayani secara professional. Kedua, humas harus mengetahui seluk-beluk wartawan atau jurnalisme, termasuk irama kerja wartawan di tiap jenis media serta fungsi media massa. Ini berarti humas mesti tahu nilai-nilai berita, tenggat waktu laporan wartawan, peta media massa baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional, Kode Etik Jurnalistik, Kode Etik Penyiaran UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999, UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran kekuasaan atau kekuatan media massa. Ketiga, humas juga harus/perlu memiliki kemampuan praktik jurnalisme, yakni meliput, wawancara, memotret, menulis berita langsung, berita khas (feature news), dan artikel opini. Selain memperkaya pengetahuan dan praktik melalui bacaan dan pelatihan jurnalisme, humas juga perlu sekali-sekali magang di media massa, terutama di media massa besar.

Keempat, humas harus mampu mengenal wartawan dan redaktur secara personal. Ini sangat penting, agar humas mampu berkomunikasi dengan efektif dengan mitranya. Humas harus tahu tingkat/jenis komunikasi yang lazim digunakan wartawan yang sedang berbicara dengannya. Sesuai latar belakang budaya daerah dan tingkat pendidikan, tiap wartawan pastilah memiliki gaya berkomunikasi masing-masing. Kelima, humas jangan bersikap diskriminatif terhadap wartawan/media massa. Semua wartawan profesional dan media massa harus diperlakukan dengan adil.

Hal terpenting, Humas wajib melayani hanya wartawan yang benar-benar wartawan. Humas tak perlu melayani, apalagi “memelihara” wartawan “CNN” (cuma nanya-nanya) alias wartawan yang tak memiliki media massa. Yang dimaksud melayani di sini adalah memberikan fakta-fakta atau informasi penting yang dibutuhkan oleh khalayak media massa dimana wartawan yang bersangkutan bekerja. Ini berarti humas tak boleh merusak idealisme atau profesi wartawan. Akhirnya, kemitraan adalah bagian dari keutuhan, kebersamaan dan persaudaraan antara Pemda dan insan Pers mesti terus dipelihara, buka saluran komunikasi yang lebih luas antara Pemda dengan insan Pers. Pers dan Humas merupakan dua sisi yang mesti bersinergi dalam memberikan informasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.(*)

Most Popular

To Top