WNA Tiongkok Dideportasi – Pare Pos – Online
Metro Pare

WNA Tiongkok Dideportasi

DEPORTASI. Kasi Wasdakim Imigrasi Klas II Parepare, Indra Gunawan Mansyur saat merilis penangkapan WNA asal negeri Tiongkok, Rabu, 11 Januari. WNA tersebut dideportasi ke negaranya melalui Bandara Soekarno Hatta.

Disnaketrtrans Sidak Pekerja Asing di Pinrang

PAREPARE, Parepos.co.id — Imigrasi Klas II Parepare mendeportasi satu warga negara asing (WNA) asal Tiongkok bernama Huang Huaying. WNA berumur 50 tahun itu, diduga melanggar keimigrasian Indonesia.

Huang diamanakan di Pasar Sentral Palopo, saat ditangkap Huang Huaying sedang berjualan perhiasan di area Pasar Palopo. Huang datang ke Indonesia menggunakan visa kunjungan. Selama berada di Sulsel, ia juga berdagang perhiasan.

Kepala Seksi Pengawasan Penindakan Keimigrasian (Kasi Wasdakim) Imigrasi Klas II Parepare, Indra Gunawan Mansyur, Rabu, 11 Januari, di kantornya, mengatakan, WNA atas nama Huang Huaying, WN RRC, diamankan di Pasar Sentral Palopo berdasarkan laporan dari masyarakat.

“Huang melakukan pelanggaran keimgrasian, dia masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata. Tapi, selama dia di Kota Palopo dia berdagang emas yang dia bawah dari Cina ke Kota Palopo,” katanya.

Selain itu, kata dia, Huang juga melanggar izin tinggal, visa yang bersangkutan adalah visa kunjungan. Atas pelanggaran itu, Imigrasi akan mendeportasi Huang ke negara asalnya.

“Hari hari ini (Rabu, 11 Januari sekitar pukul 09.00 Wib kita deportasi dengan pengawalan dari petugas Imigrasi Palopo,”ujarnya.

Barang bukti berupa visa kunjungan dan paspor milik Huang Huaying dengan masa berlaku 16 Januari 2012 sampai 15 Januari 2022 disita.

Dia menambahkan, warga negeri Tiongkok yang bekerja di wilayah kerja Imigrasi Klas II Parepare sebanyak 53 orang. Mereka tersebar di 7 perusahaan.

Huang diamankan Intel Kodim 1403/Sawerigading bersama Polres Palopo, Minggu, 8 Januari, di Pusat Niaga Palopo Jalan Durian Kota Palopo, saat kedapatan sedang menjual produk perhiasan imitasi.

Setelah ditangkap WNA tersebut dibawa ke tempat kostnya di Masamba untuk mengambil barang-barang yang dia miliki. Kemudian WNA dibawa ke Imigrasi Palopo untuk diperiksa lebih lanjut.

WNA itu, mengakui bahwa identitas yang tercantum dalam paspor adalah benar identitas dirinya, beralamat di dekat Pasar Sentral Masamba. Ia tiba di Masamba, tanggal 20 Desember 2016, dan sudah beberapa kali berjualan di Pusat Niaga Palopo.

Di hadapan petugas, ia mengaku, masuk Palopo sejak tahun 2012, sudah bolak balik ke Indonesia sebanyak 19 kali. Selama berada di Masamba ia berjualan jam tangan dan perhiasan imitasi di Pusat Niaga Palopo serta Pasar Sentral Masamba, barang yang dijual tersebut di beli di Jakarta.

Mencari penghasilan tambahan untuk jalan-jalan selama di Indonesia atau di Palopo. Ia berjualan pada hari Sabtu dan Minggu di Palopo. Sedangkan hari Senin -Jumat berjualan di Pasar Sentral Masamba.

Menurut penuturan pihak imigran, WNA tersebut diduga melanggar UU Keimigrasian No.6 Tahun 2011 pasal 122 poin (a), dimana WNA telah melakukan kegiatan berjualan di Pusat Niaga Palopo dan tidak sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki.

Sidak TKA
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pinrang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di perusahaan pengolahan rumput laut yang berlokasi di Kecamatan Suppa, Rabu, 11 Januari.

Sidak yang dipimpin Kepala Disnakertrans Pinrang, Syamsuddin, ditemukan sebanyak 41 orang pekerja asing. Mereka bekerja sebagai pendamping pekerja lokal.

“Kami melakukan pemeriksaan di lokasi, ternyata jumlah TKA (Tenaga Kerja Asing) yang tersisa saat ini tinggal 41 orang. Sebagian TKA sudah dipulangkan. Yang tersisa hanya 41 orang,” katanya.

Menurutnya, ke-41 pekerja asing asal Tiongkok memiliki kelengkapan dokumen adminstrasi seperti izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Mereka bekerja sebagai sebagai pendamping tenaga kerja lokal di pabrik pengelolaan rumput laut.

“Jadi bertugas sebagai pendamping. Jika tugasnya selesai, maka mereka langsung dipulangkan pihak perusahaan ke negara asalnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Pinrang, Hj Sitti Fatimah, Senin, 9 Januari, mengatakan, sesuai data Disnakertrans sebanyak 65 orang asing yang bekerja di wilayahnya.

Menurut Fatimah, pihak perusahaan yang akan memulangkan sebanyak 30 orang dalam waktu dekat.

“Pemulangan 30 TKA itu telah habis atau selesai masa kontraknya dengan pihak perusahaan. Kontraknya sudah habis, jadi pihak perusahaan yang akan memulangkan mereka,” katanya.

Dari 65 orang tersebut hanya 12 orang mendapat IMTA. Disnaker sudah melayangkan surat teguran. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa pekerja lainnya masih proses pengurusan. (mnr-has/ril)

Click to comment

Most Popular

To Top