Nafas atau Ladangmu, Mana yang Kamu Pilih? – Pare Pos
Opini

Nafas atau Ladangmu, Mana yang Kamu Pilih?

Laporan: Elma Triana Isra Octavia
Siswi SMAN 11 Unggulan Pinrang

Indonesia yang kemarin dikatakan sebagai paru-paru dunia kini telah hilang, dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Meraka meratakan hutan lalu menggantikannya sebagai lahan penghasil uang mereka. Memang benar, zaman sudah berubah, dimana uang yang dominan sehingga mereka akan melakukan apa saja. Dan mungkin hal itu juga akan sama ketika udara (oksigen) di beli, karena hilangannya pasokan o^2 bumi yang dihasilkan pohon dan hutan.

Selain itu kita dapat melihat kekeringan di berbagai pelosok negeri, dimana orang-orang berjalan jauh untuk mendapatkan air. Masalah lebih besar pernah dialami negara Pakistan dan India dimana cuacanya mengalami peningkatan sebesar 40℃ (sangat panas) sehingga menyebabkan banyak kematian. Dengan teknologi yang semakin canggih kita bisa melihat gambaran dunia melalui goole earth diamana Indonesia yang dahulu memiliki banyak hutan kini kehilangan sangat banyak. Sungguh miris bukan Indonesia sekarang ini. Dan yang menjadi penyabab dibakarnya hutan adalah karena lahan pertanian yang semakin besar dan kebutuhan manusia dengan tanah, mereka merusak hutan dan membuatnya menjadi perkampungan baru, hal ini masih ada sangkutannya dengan tingkat ekonomi dan sosial, tapi bukankah ada banyak cara lain membuat lahan pertanian tanpa merusak hutan, seperti yang dilakukan salah satu negara maju asia, yaitu Singapura.

Mereka adalah negara kecil tapi dia tidak mengimpor jagung, mereka hanya memanfaatkan satu hektar lahan lalu membuatnya beritingkat, sehingga tidak memerlukan banyak lahan. Negara yang terkenal dengan patung Singa tersebut lebih memamfaatkan teknologi untuk pertanian mereka, Itu yang membeda dengan Indonesia. Tak sampai disisi itu saja mereka juga mengambil tanah gambut untuk hal yang sama, seperti yang terjadi pada Sumatera, akibat dari kebakaran tersebut sekolah diliburkan dan daerah lain mendapatkan dampaknya. Beberapa masyarakat sakit, dan yang paling banyak sesak napas. Menurut HDI indonesia, 90% bencana akibat iklim. Saat ini beberapa pulau kecil sudah tenggelam karena naiknya air laut akibat mencairnya es di kutub utara. Masalah ini tidak boleh diaggar remeh, karena bisa jadi bencana lebih besar akan melanda dunia apabila iklim semakin buruk dan kurang adanya penaggulangan. Dan juga daerah-daerah pinggir pantai akan bersatu dengan lautan.

Masalah-masalah tersebut benar-benar akan terjadi apabila tidak adanya tindakan nyata, baik dari pemerintah maupun masyrakat dan ingat kita bisa membuat hutan dimanpun termasuk rumah, sekolah dan lingkungan lainya. Jangan sampai terlambat dan membuat kita membeli oksigen untuk bernapas.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!