Khusus Hari Jumat, Kopas Tawarkan Kopi Sedekah – Pare Pos
Warkop

Khusus Hari Jumat, Kopas Tawarkan Kopi Sedekah

Pelanggan setia Kopas Ambo Logo memberikan bantuan dari hasil sedekah kepada pengurus masjid

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Kreatifitas menggugah banyak orang untuk selalu positif. Karenanya inovasi yang dilakukan dalam berbagai cara menjadi trend generasi milenia saat ini. Tak terkecuali bagi konseptor Kopi Paste (Kopas) Parepare, Amri Kalbu. Pria aktivis lingkungan ini tak henti berbuat untuk kemaslahatan masyarakat. Selain perannya pada upaya penyelamatan alam melalui konservasi, kali ini pria jangkung itu menyentuh hati para komunitas pecinta kopi biar gemar berbagi kepada sesama melalui sedekah.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah program jumat berkah di Kopi Paste. Jumat Berkah adalah hari berbagi atau bersedekah yang berlaku bagi seluruh pengunjung warkop itu. Khusus pada hari jumat, minum kopi di Kopas pengunjung hanya membayar seikhlasnya saja. Sebab seluruh uang hasil penjualan kopi yang terkumpul pada hari itu akan didonasikan kepada lembaga atau kaum yang membutuhkan uluran tangan. “Saya melihat ada banyak program sosial yang dilakukan orang dengan caranya sendiri, namun kadang terputus. Tapi kami, sedekah Jumat Berkah di Kopas, diharapkan berkesinambungan untuk membantu saudara kita yang kurang mampu,” kata Kaleb sapaan Amri Kalbu, Kamis 12 Oktober kemarin.

Kaleb terinspirasi dari fatwa para ulama ‘bersedekah tidak akan mengurangi sedikitpun hartamu’. Hal inilah yang mendorong dirinya untuk meramu konsep berbagi melalui inovasi sedekah Jumat berkah di Kopas. “Daripada kopi saya sumbangkan, lebih baik kita konsep seperti itu, pengunjung juga dilibatkan untuk berbagi sedekah,” papar pria pecinta olahraga selam ini.

Ia menyebutkan uang hasil sedekah akan disalurkan kepada lembaga atau kaum yang membutuhkan, seperti pembanguan mesjid, korban bencana, atau panti asuhan yang diatur berdasarkan kesepakatan para pengunjung. Program itu kata dia sudah berjalan sekira setahun lalu dan hingga saat ini terus berlangsung. Kaleb justru merasa lebih baik dengan hasil yang dirasakan saat ini dan sama sekali tidak merasa buntung. “Jadi penjualan khusus Jumat berkah kita close order tepat saat adzan Jumat berkumandang. Donasi yang terkumpul kita salurkan sesuai aspirasi pengunjung,” bebernya

Dulu sejak pertama dimulai jumat berkah katanya, celengan yang terkumpul hanya dibawah 50% dari penjualan harga normal, namun seiring waktu berjalan donasi terkumpul terus meningkat karena beberapa pengunjung Kopas membayar lebih dari harga kopi. “Pertamanya memang masih sedikit. Misalnya omset yang seharusnya Rp 500 ribu, kita dapat hanya Rp 200 ribu, namun saat ini jumlah itu terus meningkat,” terangnya.

Hingga dua tahun berlalu sejak dibukanya Kopas, warkop ini telah berkontribusi membantu pemerintah kota mengatasi pengangguran dengan mempekerjakan tenaga lokal. Mulai dari peracik kopi (barista) maupun pelayan biasa.

Di Kopas kata Kaleb, pengunjung dapat menikmati aneka ragam menu kopi pilihan dengan cita rasa berkualitas yang di ‘copy paste’ dari berbagai coffee shop di Indonesia.(wal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!