Ratusan Warga Toraja Utara Tersandera di Mimika – Pare Pos
Nasional

Ratusan Warga Toraja Utara Tersandera di Mimika

salah satu destinasi wisata di Kabupaten Toraja Utara

PAREPOS.CO.ID,PAPUA– Ratusan warga Toraja Utara, dikabarkan dikurung di hutan oleh kelompok kriminal bersenjata di Mimika. Penyanderaan itu terjadi di wilayah Banti, dekat pengunungan Tembagapura. Ketua DPRD Toraja Utara, Stefanus Mangatta, mengaku sudah menghubungi para muspida dan Bupati Toraja Utara untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Masalah tersebut, menurut Stefanus, dalam penanganan pihak aparat keamanan di sana. Namun, pihaknya belum mendapatkan informasi pasti jumlah dan keberadaan warga Torut yang dikabarkan tersandera.

Kabar sementara, warga Toraja di Mimika yang tersandera itu adalah pemilik warung dan pendulang emas. Sebelumnya, dikabarkan Torajadaily.com, korban yang terkurung mencapai 300 orang. Informasi dari salah satu warga, penyanderaan itu sudah terjadi dua minggu lamanya. Kini warga masih terkurung di dalam hutan. “Semua Rumah dan fasilitas yang kami punya dirusak dan dibakar OTK,” kata Popy salah seorang sandera saat dihubungi Torajadaily.com, melalui telepon selularnya, Rabu 8 November, malam. “Situasi sangat mencekam bagi yang disandera, orang tua, anak anak sangat ketakutan. Kami berharap bantuan,” jelas Popy.

Salah seorang tokoh masyarakat Toraja di Papua, Benyamin Patondok, membenarkan peristiwa penyanderaan ini “Iya benar, 20 menit lalu saya sudah bicara melalui telpon dengan mereka. Saya rapat dulu ya, nanti kita komunikasi lagi,” singkat Bento sapaan akrab Benyamin melalui pesan WhatApps. “Hal ini sy tanyakan langsung ke adik Yusuf Sampetoding selaku Asop Kodam Cendrawasih, dan beliau sedang di lokasi persiapan pembebasan sandera,” Imbuh Hendrik Sampetoding. Sementara, Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon, menampik terjadi penyanderaan masyarakat sipil di Mimika. “Kalau dikatakan disandera tidak juga. Yang jelas mereka tidak diperbolehkan melintas ke Tembagapura. Para pendulang tetap beraktivitas seperti di area Longsoran, Batu Besar, dan Kimbeli. Cuma pergerakan mereka memang dibatasi oleh KKB. Bisa saja mereka mengalami intimidasi,” kata Victor dilansir dari Papuanews.id.

Kapolres juga mengungkap, saat ini sebanyak 1000-an jiwa baik warga Papua dan non-Papua yang berada di sekitar tembagapura minta dievakuasi. Sebab, di wilayah tersebut saat ini dalam kendali Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pemerintah Kabupaten Mimika dan aparat terkait sendiri telah menyiapkan beberapa tempat pengungsian, yakni Graha Eme Neme Yauware, Gedung Tongkonan dan Sekretariat Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) di Jalan Budi Utomo Ujung. Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit melepas Satgas Operasi terpadu Penanggulangan KKB Papua. Satgas ini terdiri dari 4 SSK, 1 SSK Brimob Kelapa Dua dan 3 SSK personil TNI, Senin, (6/11) Satgas terpadu tersebut akan bergabung dangan pasukan yang terlabih dulu telah berada di Tembagapura, Timika, Papua.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!