Disbudpar Majene Gelar Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Tingkat SD dan SMP

  • Bagikan

Kepala Disbudpar Majene Rustam Rauf menyampaikan sambutan pada pembukaan lomba permainan tradisional di Museum Mandar Majene, Rabu, 11 Mei 2022. (Foto: Ardedy)

MAJENE, PAREPOSFAJAR.CO.ID — Guna melestarikan kembali permainan tradisional untuk anak-anak, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene menggelar Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Tingkat SD dan SMP di Museum Mandar Majene, Rabu 11 Mei 2022.

Kegiatan festival dibuka Kepala Disbudpar Majene Rustam Rauf dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Muhammad Syamsu Nur bersama jajaran Disbudpar Majene, para siswa tingkat SD, SMP, para guru pendamping siswa, tim juri serta undangan lainnya.

“Terdapat tiga permainan rakyat dan olahraga tradisional tingkat SD dan SMP yang diperlombakan. Yakni Jekka Tarring, Gasing, dan Kalacang. Untuk lomba lempar gasing dilaksanakan di lapangan Makam Adat Raja-raja. Sementara lomba Jekka Tarring dan Kalacang digelar di lapangan Museum Mandar Majene,” terang Rustam Rauf.

Ia mengaku, sangat menyambut baik dan mengapresiasi Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional untuk tingkat anak-anak di Majene, melalui bantuan pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek RI) kepada Disbudpar Majene.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, untuk melestarikan dan mengaktualisasikan warisan budaya daerah. Serta memperkenalkan bentuk dan nilai-nilai etika dalam budaya yang dipresentasikan lewat permainan tradisional,” ucap mantan Kepala Badan Kesbangpol Majene itu.

Melalui festival permainan rakyat, lanjutnya, juga memberikan hiburan yang mendidik serta melati sportivitas khususnya bagi generasi muda. Apalagi saat ini lebih banyak anak yang menggemari permainan daring dari pada permainan tradisional. Itu sebabnya, anak-anak lebih rentan untuk kecanduan HP.

Ia menjelaskan pula, Disbudpar Majene kerap melaksanakan festival olahraga tradisional, sebab minat masyarakat yang cukup tinggi terhadap olahraga tradisional tersebut., sehingga perlu tetap dipelihara dan dijaga kelestariannya.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu kepala sekolah yang sudah mendaftarkan siswanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Juga kita berharap, kegiatan yang dilaksanakan dengan konsisten ini dapat membantu melestarikan budaya dan melatih karakter anak,” ujarnya. (edy)

  • Bagikan