Tokoh Pemuda Akui IAS Bisa Bangun Makassar Tidak Selalu Pakai APBD

  • Bagikan

BELAWA, PAREPOS.FAJAR.CO.ID - Tokoh pemuda Belawa, La Ode yakin Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) tidak akan sulit mewujudkan gagasan dan program memajukan Sulsel meski anggaran daerah terbatas. Itu karena wali kota Makassar itu sudah punya bukti membangun tidak mengandalkan APBD.

Saat menjadi wali kota Makassar 2004-2014, IAS sukses mewujudkan sejumlah mega proyek tanpa menggunakan APBD. Lihat saja revitalisasi Pantai Losari, revitalisasi Karebosi, sampai pembangunan Masjid Terapung.

Semua itu dibangun zero APBD. IAS sanggup mengundang investor untuk membangun Makassar dan menyulap kota Anging Mammiri menjadi Kota Dunia.

"Jadi, gagasan IAS yang siap menghadirkan pabrik pupuk berbahan baku gas alam dan stadion megah untuk Sulsel saya yakin bisa beliau wujudkan. Pemimpin itu memang harus bisa lebih kreatif mengundang hadirnya uang bagi daerah. Jangan selalu bergantung APBD. Dan, IAS sudah buktikan bisa lakukan itu di Makassar," ujar La Ode kepada wartawan, Selasa malam, 16 Januari 2023.

Menghadapi Pilgub Sulsel 2024 mendatang, IAS yang saat ini dikenal dengan sebutan 'Gubernurku" diyakini bisa berbicara banyak.

"Saya yakin, sosok IAS tidak begitu sulit untuk dijual atau dipromosikan. Apalagi di Belawa ini. Soalnya, di Pilgub 2012 saat berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar, Ilham-Aziz berhasil menaklukkan pasangan kuat Syahrul-Agus dengan selisih 500 suara di Kecamatan Belawa," tambah warga Desa Ongko, H Syamsir.

Akhir pekan lalu, IAS bersilturahmi dengan warga Desa Ongko, Kecamatan Belawa, Sidrap. Seratusan warga yang berbaur dengan tokoh masyarakat menyambut IAS dengan hangat.

Warga Belawa mengaku sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur khususnya poros Wajo-Sidrap di daerah Anabanua.

Dalam kesempatan itu, IAS yakin bisa menawarkan banyak harapan bagi warga Belawa. Bukan hanya infrastruktur, termasuk program pengembangan SDM dan perbaikan ekonomi.

"Jika dipercaya warga Sulsel menjadi gubernur, saya yakin bisa menjadi pemicu hadirnya anggaran-anggaran yang tersedia di pusat. Kepala daerah harus berani menjemput anggaran ke pusat. Sulit jika hanya mengandalkan APBD," tegasnya. (*)

  • Bagikan