Pengaruh Kepribadian Guru Terhadap Perilaku Siswa

  • Bagikan

Oleh: Fitri
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare

Guru sebagai pendidik merupakan figur sentral yang membimbing dan mendampingi siswa secara langsung dalam perkembangan fisik dan mentalnya, pengetahuan dan tingkah lakunya. Guru yang memegang peranan yang sangat penting sebagai pendidik dan tenaga pengajar.

Sebagai guru dan pendidik, sudah menjadi tugas guru untuk memberikan ilmu kepada anak didiknya. Keteladanan guru sangat penting untuk membentuk karakter dan perilaku siswa. Hal-hal keteladanan hanya dapat terjadi bila guru mengetahui bagaimana mewarnai segala ciri kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan kepada siswa.

Kepribadian guru yang ideal adalah yang mampu memantapkan dirinya sebagai karakter yang baik dan ideal sehingga mampu ditiru oleh siswa.

Kepribadian adalah tolok ukur untuk menilai kualitas seseorang. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, kepribadian dapat diartikan sebagai “seperangkat sifat yang membentuk watak seseorang yang berwatak baik”. Adapun pendapat lain tentang kepribadian yaitu keadaan jiwa, cara berpikir yang membentuk suatu watak dan tercermin dalam proses tingkah laku.

Menurut psikologi modern, kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisik individu yang disesuaikan secara unik dengan lingkungannya. Sedangkan kepribadian adalah tolok ukur untuk menilai kualitas seseorang.

Menurut pendapat John Milton Yinger, kepribadian adalah totalitas tingkah laku seorang individu yang memiliki sistem tertentu yang berhubungan atau berinteraksi dengan situasi yang ada. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah perpaduan yang sangat sempurna antara sikap, cara berpikir, perilaku, sifat, perasaan dan nilai-nilai yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan lingkungannya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:671) Perilaku didefinisikan sebagai berikut: "Perilaku adalah tanggapan umum seseorang atau individu terhadap situasi saat ini." Tingkah laku sangat erat kaitannya dengan sikap.

Sementara itu, peserta didik adalah anggota masyarakat yang ingin mengembangkan potensi dirinya melalui pembelajaran di jalur pendidikan formal dan nonformal. Penting untuk diingat bahwa setiap siswa adalah individu dengan kebutuhan dan karakteristik unik. Oleh karena itu, guru perlu mengadaptasi pendekatan mereka sesuai dengan kebutuhan siswa.

Meskipun kepribadian guru dapat memberikan pengaruh besar, faktor lain seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, dan faktor internal siswa juga memainkan peran dalam membentuk perilaku mereka. Perilaku siswa sangat beragam dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk lingkungan keluarga, teman sebaya, pengalaman hidup, nilai-nilai yang diterima, serta pendidikan dan pengaruh dari guru dan sekolah.

Guru profesional adalah “guru yang memiliki berbagai kualifikasi yang mendukung tugasnya, antara lain kompetensi pedagogik, kompetensi mata pelajaran, kompetensi interpersonal, dan kompetensi personal”. Serta bagaimana guru mengetahui cara menciptakan suasana yang menyenangkan, berbicara dengan baik, murah senyum dan baik hati, adil dan cerdas, guru profesional di bidangnya, memimpin kelas dengan baik, disiplin, dapat dijadikan teladan yang baik bagi siswa, memahami siswa, dapat memotivasi, dan memberi saran,serta berpenampilan menarik.

Tugas seorang guru tidaklah mudah. Seorang guru tidak hanya memberikan instruksi kepada siswanya, tetapi dia harus memiliki keterampilan kepribadian yang baik yang dapat ditiru dan diteladani oleh siswanya.

Karena pengajaran di sekolah yang dilakukan oleh guru berdampak pada siswa ketika siswa berada di luar lingkungan sekolah. Maka kepribadian guru menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran di sekolah karena Keteladanan guru harus diikuti dan diteladani.

Peserta didik merasa bahwa figure seorang guru sangat penting bagi dirinya karena peserta didik senantiasa mengikuti apa yang dilihat dari guru nya, jadi apabila gurunya memiliki pribadi yang baik maka akan tercermin ke prilaku peserta didiknya.

Kepribadian juga menentukan apakah seorang guru dapat dianggap sebagai pendidik yang baik atau sebaliknya. Guru harus menghindari citra negatif dan berbagai alasan untuk ini. Kepribadian yang baik mencerminkan bahwa seorang guru layak menjadi guru dan pembimbing yang baik bagi murid-muridnya.

Kepribadian guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran dan terutama dalam perubahan perilaku siswa. Setiap guru harus memiliki kepribadian yang positif dan unggul, yang merupakan syarat mutlak untuk menjalankan profesinya. Karena kepribadian guru yang terwujud dalam sikap dan tingkah lakunya merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan pendidikan siswa.

Sikap dan kepribadian seorang guru sangat penting untuk memenuhi tugasnya karena pembelajaran cenderung mempengaruhi perilaku mengajar guru sedangkan perilaku mengajar guru mempengaruhi proses belajar siswa. Siswa mengadopsi dan meniru sikap dan perilaku gurunya, merefleksikan perasaannya dan meniru perilaku gurunya.

Masalah-masalah seperti motivasi belajar , kedisiplinan, perilaku sosial, aktivitas, dan belajar terus-menerus dihasilkan dari kepribadian guru. Kini, tantangan terbesar Profesi guru adalah mengubah perilaku buruk peserta didik menjadi perilaku yang baik dan berkarakter unggul. Guru dianggap berhasil bila sikap dan perilaku siswanya mencerminkan bahwa siswa tersebut berprestasi baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Ada beberapa cara di mana kepribadian guru dapat mempengaruhi perilaku siswa. Yakni teladan perilaku, hubungan interpersonal, motivasi, disiplin, komunikasi efektif dan pengelolaan kelas. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version