Hasrullah: Hadirkan Getaran di Setiap Narasi Capres

  • Bagikan
Hasrullah

MAKASSAR, PAREPOS. CO.ID - Pakar politik dari Unhas, Hasrullah,  menyarankan agar dalam debat calon presiden dan wakil presiden (capres/cawapres) berikutnya, setiap calon benar-benar menyiapkan diri, menguasai materi dengan data yang akurat. Tim pemenangan masing-masing calon harus benar-benar berperan, antara lain dengan mempebanyak simulasi debat. Bukan memperbanyak komentar seusai debat.

“Mereka harus mampu menguasai panggung debatsebagai calon pemimpin negara. Harus bisa berdebat dan berdiskusi secara elegan dan menghadirkan getaran di setiap narasi pidatonya,” tandasnya.

Hasrullah menilai, dinamika dalam debat calon presiden pada 7 Januari lalu cukup baik. Kalaupun terkesan ada serangan personal, kata dia, hal itu wajar.

“Namanya debat, segala kemungkinan pertanyaan akan muncul. Karena itu semua calon harus siap ditanya dan siap dikritik. Itulah pentingnya menyiapkan data dengan baik,” ujarnya.

Dia dimintai tanggapan terkait masih hangatnya diskusi di publik terkait debat kedua calon presiden (capres) lalu yang disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi nasional. Ada yang menyayangkan pertanyaan-pertanyaan menyerang personal capres, namun ada pula yang menyebut sebagai sesuatu yang wajar.

Hasrullah sendiri kurang sependapat dengan istilah serangan personal dalam debat tersebut. Dia menyebut, namanya debat pasti ada serangan. “Kalau tidak siap diserang, jangan ikut debat,” tegasnya.

Terkait capres Prabowo Subianto yang tampak kewalahan oleh pertanyaan dari Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo, Hasrullah melihatnya sebagai akibat dari  Prabowo yang bisa jadi tidak menyiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti debat.

Dia menyayangkan kejadian itu, mengingat tema yang diusung adalah soal pertahanan, sementara Prabowo saat ini menjabat sebagai menteri pertahanan.

“Seharusnya beliaulah yang paling menguasai debat itu. Karena bidang yang didebatkan adalah pertahanan. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya, Anies dan Ganjar malah yang terkesan lebih menguasai. Sangat-sangat disayangkan,” ujarnya.

Penulis di berbagai media massa ini juga menyayangkan sikap Prabowo yang kerap meng-counter serangan dengan nada yang agak emosional. Padahal, jika saja sadar dengan jargon “gemoy” yang dipopulerkan pendukungnya, seharusnya  dia tampil lebih santai, lucu, tapi dengan batas-batas etik calon pemimpin negara.

Begitupun dengan pertanyaan atau pernyataan calon lain yang dianggap sebagai serangan, kata Hasrullah, seharusnya dicermati dengan baik. Catat poin-poinnya. Jika itu memang dianggap baik, maka hal yang semula dianggap serangan, Prabowo bisa menyerang balik dengan narasi cerdas.

“Misalnya, ketika Anies menyampaikan ide-ide soal pertahanan dan memang bagus untuk negara ini, Prabowo cukup menyampaikan terima kasih atas masukan itu. Lalu, berbalik menyatakan, ‘Siap, mas Anies. Ide itu bagus. Akan saya laksanakan jika terpilih menjadi presiden. Karenanya, mas Anies, ayo gabung dengan saya mewujudkan harapan itu dengan mendukung saya menjadi presiden.’ Itu cantik namanya,” tandas Hasrullah. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version