Program TMMD Kodim Polman Memajukan Perekonomian dan Pendidikan di Desa Ongko

  • Bagikan
Warga Desa Ongko melaksanakan syukuran di atas jembatan yang dibangun Satgas TMMD Kodim 1402 Polman, Jumat 2 Juni 2023.

Laporan: Erwin

POLMAN, PAREPOS.FAJAR.CO.ID - Aksi nyata tanpa sekat. TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 Kodim 1402 Polman akan selalu dikenang dan dirindukan. Oleh warga Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Walau pelaksanaannya hanya sebulan, 10 Mei hingga 8 Juni 2023.

Sebab, menurut Kepala Desa Ongko, Sahariah, programnya, yakni pembangunan fisik dan non fisik berdampak positif dalam kehidupan masyarakat.

Jembatan dan perintisan jalan Rumbia-Limboro, misalnya. Jelas akan memperlancar transportasi, sebab motor dan mobil bisa melewatinya. Di mana sebelumnya, di lokasi perintisan jalan itu, jalan kaki pun warga berpikir melaluinya. Karena semak-semak.

Demikian pula dengan hadirnya jembatan. Mengangkut hasil pertanian warga akan mudah, sehingga perputaran ekonomi akan lebih cepat dibanding sebelumnya. Transportasi sudah lancar, tidak lagi harus melewati sungai, yang pada musim hujan susah dilewati. Karena arus air yang deras.

Dampak positif juga pada pelajar. Menurut Sahariah, siswa sangat terbantu karena lancar menuju dan dari sekolah. Sebelum ada jembatan, saat hujan deras, pelajar harus absen, sebab harus melewati sungai yang merupakan akses satu-satunya, dan tak mau ambil risiko dengan nekat menerobos arus yang deras.

"Jadi program TMMD Kodim 1402 Polman di Desa Ongko, salah satunya pembangunan jembatan jelas akan memajukan berbagai sektor, terutama ekonomi dan pendidikan," ungkapnya saat ditemui, Minggu, 28 Mei 2023.

Kades Sahariah menyebut, perintisan jalan dan pembangunan jembatan sudah diusulkan di musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) tingkat kabupaten beberapa tahun lalu. Dan disetujui untuk dibangun pada 2020. Namun urung dilaksanakan karena keterbatasan anggaran sebagai dampak Covid-19. Sebagian anggaran pembangunan dialihkan untuk penanganan dan bantuan langsung ke masyarakat.

Dan sampai awal 2023, rencana itu belum dibahas kembali. Hingga Kodim 1402 Polman memutuskan TMMD ke-116 dilaksanakan di desa berpenduduk 1.881 jiwa (data BPS Polman 2021) tersebut.

"Alhamdulillah, harapan masyarakat yang diusulkan melalui Musrembang terwujud. Bahkan programnya lebih dari apa yang diharapkan. Sebab bukan saja pembangunan fisik, non fisik seperti penyuluhan dan bakti sosial juga dilaksanakan," tandas Sahariah.

Sebagai bukti kegembiraan warga Desa Ongko, Jumat 2 Juni 2023, dilaksanakan syukuran atas selesainya pembangunan jembatan. Syukuran dilakukan di atas jembatan berukuran 14 x 4 meter yang menghubungkan antara Dusun Limboro menuju Dusun Beru-Beru, dihadiri ratusan warga bersama anggota Satgas TMMD dari TNI dan Polri. Warga membawa berbagai macam makanan ke jembatan untuk dinikmati bersama.

Sekretaris Desa Ongko, Basri menyebut, acara yang digelar warga di atas jembatan merupakan bentuk kesyukuran masyarakat. Sebab jembatan yang selama ini diimpikan masyarakat di desa yang berjarak sekira 35 kilometer dari ibukota Kabupaten Polman itu, akhirnya diwujudkan Satgas TMMD Kodim 1402/Polman.

"Sejak adanya Desa Ongko, inilah jembatan pertama yang dibangun di desa ini," ucap Basri. Sebelumnya kata dia, ketika air sungai meluap, warga tidak dapat melintasi sungai, baik anak sekolah maupun warga yang akan mengangkut hasil perkebunan.

Proses awal pembuatan jembatan di Desa Ongko yang merupakan program fisik Satgas TMMD Kodim 1402 Polman

Sekadar informasi, program TMMD Kodim 1402 Polman di desa seluas 9,14 kilometer persegi itu terdiri dari fisik dan non fisik.

Komandan Kodim (Dandim) 1402 Polman yang juga Dansatgas TMMD, Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi MTr (Han) mengungkap, sasaran fisik yakni, perintisan dan pelebaran jalan sepanjang 1.400 meter, pembuatan duiker 4 unit, pembuatan abutment dan jembatan 14 meter x 4 meter. Lalu sasaran tambahan, rehab rumah tidak layak huni, manunggal air dan pembangunan mandi cuci kakus (MCK).

Untuk sasaran non fisik, berupa penyuluhan. Yaitu wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), hukum, pertanian, KB kesehatan, perikanan dan peternakan, pencegahan stunting dan donor darah.

Disalurkan juga bantuan sosial (bansos) dan melaksanakan pasar murah. Bekerja sama dengan Pemkab Polman dan Bulog. Pelaksanaanya usai pembukaan, di di Alun-Alun Campalagian, Polman, Rabu 10 Mei 2023.

Bansos adalah sinergi antara TNI, Pemda dan Bulog. Itu diakui Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar saat memberikan sambutan pada acara pembukaan, Rabu 10 Mei 2023. Menurutnya, selain TMMD, TNI telah banyak bersinergi dengan pemerintah Polewali Mandar dalam kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, pendidikan dan kesehatan.

Bupati berharap melalui kegiatan TMMD Kodim 1402 Polman dijadikan momentum untuk membangun komitmen, integritas dan pertanggungjawaban moral kepada bangsa dan negara, sesuai tema yang diusung, “Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI –Rakyat Semakin Kuat.

Soal tema kemanunggalan TNI–rakyat yang semakin kuat, ditanggapi Rektor Universitas Tomakaka, Sulawesi Barat, Sahril SPd MPd. Dihubungi, Sabtu 3 Juni 2023, ia menegaskan, TNI dan rakyat memiliki ikatan yang amat kuat dalam upaya memerdekakan Indonesia.

Menurutnya, TNI dan rakyat secara bersama berjuang melawan penjajah. Hingga akhirnya Indonesia bebas dari penjajah. Tetapi dalam perjalanan panjang menikmani kemerdekaan, masih dijumpai banyaknya keterbatasan yang dialami oleh masyarakat.

"TNI yang telah memiliki ikatan kesejarahan dengan masyarakat, selalu merasakan apa yang dirasakan oleh saudara seperjuangannya. Maka tidak heran jika setiap saat TNI terpanggil untuk memberikan darma baktinya kepada masyarakat secara langsung. Adakalanya dengan tenaga mereka, ilmu dan
pengetahuan, dan tidak jarang finansial melalui patungan guna membantu masyarakat yang sangat membutuhkan," ungkapnya.

Ist

Rektor Universitas Tomakaka, Sulawesi Barat, Sahril SPd MPd

Makanya, program TNI akan selalu mengena. Salah satunya TMMD yang setiap saat ditunggu masyarakat dan pemerintah daerah. Sebab kehadiran para TNI menjadi "power" semesta bagi pemerintah daerah, desa dan masyarakat dalam membangun daerahnya.

"Seakan-akan TNI adalah "jiwa yang hilang" bagi masyarakat. Ketika jiwa itu hadir, maka tak ada pekerjaan yang sulit dikerjakan, semuanya menjadi mudah dan cepat. Itulah sebabnya, TMMD menjadi program unggulan yang sejak dahulu selalu dinanti masyarakat," tandasnya.

Sayang sekali, tambah Sahril, tidak semua daerah, desa atau tempat yang dapat dijangkau. Akibatnya, program ini menjadi rebutan. "Apa boleh buat, personel TNI tidak berbanding lurus dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan. TNI dan rakyat bagai jiwa dan raga. Itulah kemanunggalan seutuhnya," ujarnya. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version