UMPAR Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot BSF

  • Bagikan

PAREPARE, PAREPOS.FAJAR.CO.ID -- Melalui program Kemitraan Kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU).

Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) sebagai Tim Pelaksana dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tim pendamping
sukses memperkenalkan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) melalui kolaborasi sosial membangun masyarakat (kosabangsa) 2023 yang berlangsung, di desa Desa Majennang, Kelurahan Suppa, Kabupaten Pinrang, Minggu, 26 November 2023.

Ketua Tim Pelaksana, Dr Nur Ismirawati mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya dari UMPAR sebagai wujud kolaborasi pemberdayaan masyarakat dalam penerapan atau hilirisasi teknologi dan inovasi dengan berkolaborasi antara perguruan tinggi, dan pemerintah.

"Kali ini, pengabdian masyarakat yang kami lakukan ini bertujuan untuk mengenalkan penggunaan maggot BSF kepada masyarakat untuk digunakan dalam pengolahan sampah organik dan menumbuhkan minat masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat terhadap maggot BSF. Termasuk, diharapkan
melalui ternak Maggot BSF ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi sampah dan tidak membawa penyakit.

"Kita memberikan pemahaman tentang siklus lalat BSF, tahapan budidaya maggot BSF, jenis sampah yang menjadi pakan maggot, dan produk akhir budidaya maggot BSF," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Biologi UMPAR, Asrullah Syam mengungkapkan, selain memberikan teori pihaknya juga langsung melakukan praktek dihadapan masyarakat desa Majennang.

Ia mengatakan budidaya maggot tidak begitu sulit untuk dikembangkan, mengingat maggot berkembang biak secara alami di alam, sehingga mudah untuk mendapatkannya.

"Maggot bertahan hidup pada lingkungan tropis maupun subtropis sehingga potensi mengembangbiakannya sangat mudah dilakukan di Indonesia yang memiliki iklim tropis," jelasnya.

Dia mengakui, perkembangbiakan Maggot berada pada media yang bersih, yaitu pada media yang beraroma fermentasi sehingga lalat BSF tidak mengundang penyakit.

"Lalat BSF merupakan hewan yang memiliki antibiotik alami dalam tubuhnya yang membuatnya tidak membawa penyakit," pesannya.

Ketua Bank Sampah Masagenae Suppa, Rahmatiah menambahkan,
masyarakat Desa Majennang sangat antusias mengikuti dan mendengarkan materi yang disajikan, apalagi pemahaman tentang budidaya lalat BSF ini adalah hal baru.

"Kalau nantinya hasil budidaya dari lalat BSF ini, bisa menjadi pakan ternak yang jauh bergizi bagi ternak," tandasnya.(has)

  • Bagikan